Tes PAPI Kostick

Masih ingat dengan pernyataan-pernyataan berikut ini??
1. a. Saya adalah pekerja keras     
    b. Saya tidak mudah murung    
  
2. a. Saya ingin bekerja lebih baik daripada orang lain     
    b. Saya ingin melaksanakan apa yang saya kerjakan sampai selesai     
  
3. a. Saya suka menunjukkan kepada orang lain bagaimana cara mengerjakan sesuatu   
    b. Saya ingin berusaha sebaik mungkin

4. a. Saya melakukan hal-hal yang lucu    
    b. Saya suka mengatakan kepada orang lain apa yang harus dikerjakan  

5. a. Saya suka bergabung didalam kelompok      
    b. Saya ingin diperhatikan didalam kelompok

Pernyataan2 tersebut merupakan pernyataan dari Tes PAPI Kostick. PAPI merupakan singkatan dari Perception and Preference Inventory. (Kadang2 ada juga yang bilang Personality and Preference Inventory, doesn't matter)

Saya baru saja membuatnya dalam bentuk Microsoft Excel dan saya lengkapi dengan SCORING dan ANALISISNYA. Jika teman2 berminat mencoba juga, silahkan unduh File Excel berikut ini.
PAPI Kuesioner, Scoring, and Result
[password ThomasIrwanKristanto]

Sebelum mencoba, ada baiknya teman2 juga membaca Sejarah, Landasan Teori, dan seterusnya.

SEJARAH
Tes PAPI Kostik dibuat oleh Guru Besar Psikologi Industri asal Massachusetts, Amerika, Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an. PAPI Kostick mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya (environment) termasuk perilaku dan nilai perusahaan (values) yang diterapkan dalam suatu perusahaan / situasi kerja dalam bentuk motif (need) dan standar gaya perilaku menurut persepsi kandidat (role) yang terekam saat psikotest.

Di Indonesia diperkenalkan sekitar tahun 1980 dan berkembang dengan cepat menjelang akhir 1990-an yang berbentuk Self report inventory. PAPI sekarang digunakan oleh lebih dari 1000 perusahaan di dunia. Tersedia dalam 25 bahasa, dapat dikerjakan secara online, serta CD-Rom installable. Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja. Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.

Secara singkat, PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang: kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi social (social nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-bawahan (followership).

Tes Papi Kostick saat ini sering digunakan dalam lingkup HRD di suatu perusahaan / organisasi. Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja. Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.

LANDASAN TEORI
Not a full personality (mengukur role dan need semata-mata dalam kaitannya dengan situasi kerja, sempadan kepribadian dalam situasi kerja Mengacu pada dimensi temperamen dari Thurstone (1953); pikiran Edwards (1959) dan Schulz (1960); berakar pada konsep Murray (1938). Dasar pemikiran untuk desain dan formulasi PAPI sebagai suatu asesmen yang mengukur kecenderungan (Need/ Kebutuhan) dan persepsi (Role/Peran) adalah didasarkan pada teori needs-press Murray.PAPI mengeksplor dimensi kepribadian yang luas. Dimensi-dimensi ini dipisahkan ke dalam skala Role dan Need.Sedangkan dalam keterkaitannya teori Murray dengan PAPI adalah Skala Role PAPI mengukur persepsi individu terhadap dirinya dalam lingkungan kerja dan memperhatikan area-area seperti kepemimpinan, perencanaan integratif dan gaya pekerjaan (perhatian terhadap detil).Skala Need memperkirakan kecenderungan mendalam yang tidak bisa dipisahkan dari perilaku individu seperti kebutuhan untuk menjadi bagian dari kelompok, kebutuhan untuk diperhatikan dan kebutuhan untuk didukung.

Henry Murray (1938) yang justru lebih banyak dapat bermanfaat dalam penelitian kepribadian manusia. “Needs” didefinisikan sebagai tujuan manusia dan dorongan dasar (desires); “traits” didefinisikan kebiasaan pola pikir manusia, pengaruh (affect), dan tingkah laku (behavior). “Traits” menjawab pertanyaan “bagaimana” manusia bertingkah laku; “needs” menjawab pertanyaan “mengapa”. Karena itu, “traits” dan “needs” menggambarkan dua aspek fundamental yang berbeda dari kepribadian, yang semestinya keduanya tidak dipisahkan ketika kita hendak mengetahui kepribadian manusia secara komprehensif (Sanz et.al, 2006).

PROSEDUR SKORING
Menghitung skor peran, yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari, baik yang horizontal maupun vertical sesuai dengan arah tanda panah.

Menuliskan jumlah skor pada masing – masing kotak skor dibawah huruf G, L, I, T, V, S, R, D, C, E yang telah tersedia pada lembar jawab.

Menghitung jumlah skor pada seluruh kotak skor peran secara horizontal, dan jumlah skor harus 45.

Menghitung skor “kebutuhan” yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari baik yang horizontal maupun yang vertical sesuai dengan arah tanda panah.

Menjumlahkan jumlah skor pada masing – masing kotak dibawah huruf N, A, P, X, B, O, Z, K, F, W yang telah tersedia pada lembar jawaban.

Mengitung jumlah skor pada seluruh kotak skor kebutuhan secara vertical, dan jumlah skor harus 45.

Memindahkan setiap skor pada lembar jawaban ke lembar scoring sesuai dengan setiap huruf pada aspek “peran” dan “kebutuhan” dengan cara melingkari angka di dalam lingkaran.

Membuat garis penghubung antara angka yang satu dengan angka lainnya sehingga terbentuklah sebuah diagram pada lembar psikogram yang telah tersedia.

Kuadran Perception and Preference Inventory PAPI



ASPEK YANG DIUNGKAP TES PAPI KOSTICK
PAPI disusun sebagai dua aspek yang terpisah, yaitu ; Pengukuran kebutuhan (needs) dan pengukuran persepsi (roles), yaitu persepsi keadaan individu di tempat kerja. PAPI Kostick untuk menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing – masing mewakili need dan role tertentu.

Aspek-aspek itu adalah sebagai berikut:
WORK DIRECTION
N = KEBUTUHAN MENYELESAIKAN TUGAS SECARA MANDIRI (Need to Finish Task)
v  Skor < 3 : menunda atau menghindari pekerjaan
v  Skor 3-4 : berhati hati atau ragu dalam bekerja
v  Skor 4-6 : cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
v  Skor 6-9 : tekun , tanggung jawab tinggi
A = KEBUTUHAN BERPRESTASI (Need to Achieve)
v  Skor 0-5 : ketidakpastian tujuan , kepuasan dalam suatu pekerjaan , tidak ada usaha lebih
v  Skor 6-9 : tujuan jelas , kubutuhan sukses dan ambisi tinggi
G = PERAN PEKERJA KERAS (Hard Intense Worked)
v  Skor 3-4 : bekerja untuk kesenangan saja , bukan hasil optimal
v  Skor 4-7 : kemauan bekerja keras tinggi

LEADERSHIP
L = PERAN – PEMIMPIN (Leadership Role)
v  Skor 5-9 : yaitu tingkat dimana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana ia mencoba menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya.
v  Skor 4-0 : cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja

P = KEBUTUHAN – MENGATUR ORANG LAIN (Need to Control Others)
v  Skor 5-9 : tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi orang yang bertanggung jawab.
v  Skor 4-0 : menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan tindakan orang lain.

I = PERAN – MEMBUAT KEPUTUSAN (Ease in Decision Making)
v  Skor 0-2 : ragu – menolak mengambil keputusan
v  Skor 3-4 : berhati hati membuat keputusan
v  Skor 5-7 : berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
v  Skor 8-9 : tidak ragu dalam mengambil keputusan

ACTIVITY
T = PERAN SIBUK (Pace)
v  Skor < 4 : melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri
v  Skor 4-6 : tergolong aktif secara internal dan mental

V = PERAN PENUH SEMANGAT (Vigorous Type)
v  Skor < 5 : cenderung pasif
v  Skor 5-7 : aktif secara fisik, cenderung sportif


SOCIAL NATURE
X = KEBUTUHAN UNTUK DIPERHATIKAN (Need to be Noticed)
v  Skor < 2 : cenderung pemalu
v  Skor 2-3 : rendah hati, tulus
v  Skor 4-5 : memiliki pola perilaku yang unik
v  Skor 6-9 : membutuhkan perhatian nyata

B = KEBUTUHAN DITERIMA DALAM KELOMPOK (Need to Belong to Groups)
v  Skor 0-3 : selektif
v  Skor 4-5 : butuh diterima, tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
v  Skor 6-9 : butuh disukai dan diakui , mudah dipengaruhi

O = KEBUTUHAN KEDEKATAN DAN KASIH SAYANG (Need for Closeness and Affection)
v  Skor < 3: tidak suka hubungan perorangan
v  Skor 3-4 : sadar akan hubungan perorangan , tapi tidak terlalu tergantung
v  Skor 5-9 : sangat tergantung , butuh penerimaan diri

S = PERAN HUBUNGAN SOSIAL (Social Extension)
v  Skor < 6 : perhatian rendah terhadap hubungan social , kurang percaya pada orang lain
v  Skor 6-9 : kepercayaan tinggu dalam hubungan social, suka interaksi social

WORK STYLE
R = PERAN ORANG YANG TEORITIS (Theoretical Type)
v  Skor 0-4 : kurang perhatian , bersifat praktis
v  Skor 5-9 : nilai nilai penalaran tergolong tinggi

D = PERAN BEKERJA DENGAN HAL – HAL RINCI (Interest in Working With Details)
v  Skor 0-3 : menyadari kebutuhan akan kecermatan , tetapi tidak berminat bekerja detail
v  Skor 4-9 : minat tinggi untuk bekerja secara detail

C = PERAN MENGATUR (Organized Type)
v  Skor 0-2 : fleksibel – tidak teratur
v  Skor 3-5 : teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
v  Skor 6-9 : keteraturan tinggi cenderung kaku

TEMPERAMENT
Z = KEBUTUHAN UNTUK BERUBAH (Need for Change)
v  Skor 0-2 : tidak suka berubah
v  Skor 3-4 : tidak suka perubahan jika dipaksakan
v  Skor 5-6 : mudah menyesuaikan diri
v  Skor 6-7 : membuat perubahan yang selektif , berfikir jauh kedepan
v  Skor 8-9 : mudah gelisah , frustasi , karena segala sesuatu tidak berjalan fantastis

K = KEBUTUHAN UNTUK AGRESIF (Need to be Forceful)
v  Skor 0-2 : menhindari masalah , menulak , untuk mengenali situasi sebagai masalah
v  Skor 3-4 : suka lingkungan tanang , menghindari konflik
v  Skor 5 : keras kepala
v  Skor 6-7 : agresi berhubungan dengan kerja , dorongan semangat bersaing
v  Skor 8-9 :agresif, cendering defensive

E = PERAN PENGENDALIAN EMOSI (Emotional Resistant)
v  Skor < 2 : terbuka , cepat bereaksi , tidak normative
v  Skor 2-3 : terbuka
v  Skor 4-6 : punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
v  Skor > 6: sangat normative , kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan

FOLLOWERSHIP
F = KEBUTUHAN – MEMBANTU ATASAN (Need to Support Authority)
v  Skor 6-9 : bersikap setia dan membantu , kemungkinan bantuannya bersifat politis
v  Skor 4-5 : setia terhadap perusahaan
v  Skor 2-3 : mengurus kepentingan sendiri
v  Skor < 2 : cenderung egois , kemungkinan bisa memberontak

W = KEBUTUHAN MENGIKUTI ATURAN DAN PENGAWASAN (Need for Rules and Supervision)
v  Skor < 4 : berorientasi pada tujuan, mandiri
v  Skor 4-5 : kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
v  Skor 6-9 : meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang jelas

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN TES PAPI KOSTICK

A.      KelebihanTest PAPI KOSTICK
PAPI menggunakan forced choice format pada pasangan-pasangan pernyataan yang setara. Sangat sulit untuk melakukan faking/ manipulasi. Item-item pendek, ringkas, Interpretasi logik dan spesifik sehingga dapat difahami dengan jelas oleh tester maupun testee.
Sangat berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan administration styles dan dapat digunakan 2 orang/ lebih untuk mengetahui hubungan atasan bawahan dan mengembangkan solusi interpersonal.
Laporan hasil tes disampaikan dalam bentuk visual (berupa cakram). Laporan ini akan memudahkan pengguna (user) mengenali potensi dirinya secara komprehesif, namun tetap mudah dipahami.
Hasil analisa menghasilkan dinamika kepribadian seseorang yang telah dipengaruhi situasi kerja sekitarnya, yang merupakan gambaran kepribadian keseluruhan dan tidak terpisah -pisah, serta menjadi satu dinamika kepribadian yang utuh.
            Mengukur personality traits, tes ini juga mengukur psychological needs.

B.       Kekurangan Tes Papi Kostick
Cara skoringnya butuh ketelitian serta kejelian. Ada kemungkinan orang bosan mengerjakan, karena adanya pernyataan yang di ulang – ulang. Lembar jawaban sedikit membingungkan.

Dari berbagai sumber.
Jangan Lupa Klik LIKE dan SHARE ya


Ad Maiorem Dei Gloriam

Ad Maiora Natus Sum

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

9 Response to "Tes PAPI Kostick"

  1. Anonim Says:
    18 Desember 2012 11.53

    software PAPI nya Trial kah?

  2. thomas irwan kristanto says:
    18 Desember 2012 11.54

    nggak pakai software2an bro, cuma excel biasa kok

  3. Anonim Says:
    30 Januari 2013 13.45

    thanx a lot gan..very usefull..alongtime searching..

  4. Fadhilah Mukti says:
    4 April 2013 17.19

    thanks gan

  5. Sitti Hardiyanti B. says:
    30 April 2013 19.13

    A nice blog :)

  6. Unknown says:
    10 Oktober 2013 13.24

    trus kira2 hasil terbaik yang dibutuhkan yang kayak gimana agas bisa lulus tes ini??

  7. anakjemariku says:
    22 Oktober 2013 13.50

    Thomas, aku unduh ya PAPI-nya. Semoga kebaikanmu dapat balasan yang lebih buanyaak. Makasih...

  8. hutasoit gusti says:
    9 Desember 2013 01.13

    Syaloom Mas Thomas, saya bingung penilaiannya bagaimana ya?? karena dari hasil download tidak trdapat cara bagaimana menilai test ini. Terima Kasih .

  9. diandra oscarina says:
    14 Maret 2014 17.37

    makasih yaaaaaa... many thanks bangeeettt.. bener kata anakjemariku, semoga kebaikamu ,mendapat balasan yang setimpal aamiiiinnn .. hehee

Poskan Komentar

Silahkan sampaikan komentar Anda
please, jangan memasukkan link aktif :)

Baca Juga

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...